Selasa, 05 Juni 2012

Utuy Tatang Sontani, Suling, Balai Pustaka, 1948, 89 halaman



Buku drama bersajak ini adalah salah satu karya utama Utuy Tatang Sontani seorang penulis yang digolongkan sebagai sastrawan penting angkatan 45, dimana beliau sendiri menolak digolongkan ke dalam kelompok tersebut. Drama 'Suling' secara simbolik menggambarkan sejarah Indonesia sejak masa permulaan hingga ke masa kemerdekaan. Indonesia yang diimajikan ke dalam tokoh Sri yang menari diiringi tiupan suling sang kekasih bernama Pandji. Utuy terkenal karena karya sastranya yang terkesan unik dan menyimpang dari corak umum kesusastraan Indonesia setelah perang kemerdekaan. Tiga karya awalnya yakni Tambera, Suling dan Bunga Rumah Makan oleh A. Teeuw, seorang kritikus sastra indonesia yang tersohor, dianggap satu sama lain berlainan & menyimpang dari keumuman corak sastra indonesia di awal kemerdekaan. 
Buku dalam kondisi bagus dan halaman lengkap.
TERJUAL