Kamis, 29 November 2012

Budaya Jaya, Diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta

Isi Budaya Jaya No. 107 Tahun 1977:
1. Van Gogh, kenyataan dan cita2, Popo Iskandar
2. Teater sebagai media pendidikan di sekolah dasar, Deliana Surawijaya
3. Kaum Nasionalis Indonesia di mata seorang novelis malaya: Shamsuddin Saleh, Henri Chambert Loir
4. Sajak2 Rita Oetoro
5. Beb Vuyk dengan Laporannya: Sebuah Rumah Nun di sana, Subagio Sastrowardojo

Isi Budaya Jaya No. 106 Tahun 1977:
1. Edan (drama dua babak), Putu Wijaya
2. Sajak2 Apip Mustopa

Isi Budaya Jaya  No. 104 Tahun 1977:
1. Sastra sebagai pengalaman seni, Popo Iskandar
2. Ke arah pengenalan sejarahwan terhadap sastra, Taufik Abdullah
3. Sejarah perkembangan puisi melayu baru, Shahnon Ahmad
4. Sekitar pemikiran melalui Novel2 melayu, Abdul Rahman Kaeh
5. Sajak2 Sitor Situmorang

Isi Budaya Jaya No. 114 Tahun 1977:
1. Sebuah pengantar tentang teater tradisional di Indonesia, A. Kasim Achmad
2. Menjajagi teater tradisional menuju teater indonesia, Muh. Rustandi Kartakusuma
3. Seniman yang terdampar di Bali, Subagio Sastrowardojo
4. Ketoprak Ongkek, Wijaya
5. Dramatari topeng prembon di Bali, I.G.B.N. Pandji dan Wayan Dibin


Isi Budaya Jaya No. 116 Tahun 1978:
1. Fungsi kritik tari, I. Wayan Dibia
2. Isi dan sasaran kritik tari, Edi Sedyawati Hadimulyo
3. Cara2 pengembangan kritik tari, sudarsono
4. Cara2 pengembangan kritik tari, Ny. Cornelia Jane Benny S.
5. Kritik mengenai kritik tari, Enoh Atmadibrata 

Majalah Budaja Djaja adalah majalah Kebudayaan umum yang terbit sekali dalam sebulan. Terbit perdana di tahun 1967. Majalah ini memuat berbagai esai, artikel, cerpen, sajak, kritik, sketsa, partitur lagu dll.